Tim basket putra Amerika Serikat coba bangkit pada persaingan Grup A. Mereka wajib menaklukkan Iran di Saitama Super Arena, Rabu (28/7/2021) pukul 11.40 WIB.
Kevin Durant dan kawan-kawan judi slot online dikejutkan Prancis 76-83 pada pertandingan pertama.
Hasil itu menempatkan mereka dalam posisi sulit. Sebab, kekalahan bakal mempersulit perjuangan lolos ke babak gugur.
Pasalnya, hanya penghuni dua peringkat teratas bandar slot deposit pulsa fase grup yang lolos ke babak 8 besar. Sementara posisi tiga bersaing memperebutkan dua tiket tersisa.
Kondisi sulit AS sebenarnya bisa diprediksi jika melihat kinerja pada persiapan menuju. Mereka dipermalukan Nigeria dan Australia.
Namun, dengan perolehan 15 medali emas sepanjang sejarah mengikuti, AS tetap diunggulkan. Terakhir kali mereka gagal menempati podium tertinggi terjadi di Athena 2004.
BACA JUGA :
6 Gaya Emyr Razan Pemeran Damar dalam Sinetron Dari Jendela SMP, Saat Main Basket Ganteng Banget
Bam Adebayo (Miami Heat), Devin Booker (Phoenix Suns), Kevin Durant (Brooklyn Nets), Jerami Grant (Detroit Pistons), Draymond Green (Golden State Warriors), Jrue Holiday (Milwaukee Bucks), Keldon Johnson (San Antonio Spurs), Zach LaVine (Chicago Bulls), Damian Lillard (Portland Trail Blazers), JaVale McGee (Denver Nuggets), Khris Middleton (Milwaukee Bucks), Jayson Tatum (Boston Celtics)
Penampilan sebuah bermain bola basket pada babak pertama penyisihan Grup B Putra antara Amerika Serikat dan Prancis, pada hari kedua. Acara olahraga ini berlangsung di Saitama Super Arena pada Minggu (25/07/2021), Saitama.
Menurut laporan USA Today yang dikutip dari Tech Times pada Selasa (27/7/2021), si CUE Japan's three-point tampil tak pernah gagal memasukkan bola basket ke dalam ring. Meskipun dilakukan dari jarak cukup jauh yakni dari tengah lapangan.
Robot tersebut menembakkan satu lemparan bebas dari jarak 15 kaki (4,5 meter). Kemudian lemparan regulasi 3-point ke tengah. Lalu lemparan setengah lapangan dari jarak sekitar 45 kaki (13,7 meter).
Bagi NBC Sports, Tim USA mungkin bisa menggunakan keterampilan menembak mekanisnya untuk mengalahkan tim Prancis. Namun, dari segi teknologi, aksi robot bola basket sepertinya boleh juga.
Robot bola basket adalah produk Toyota berukuran setinggi pemain profesional yaitu hampir 7 kaki (2,1 meter).
Informasi yang diperoleh Business Insider menyebutkan, mesin robot itu menggunakan serangkaian sensor di tubuhnya untuk memetakan bidikannya tergantung pada jaraknya dari ring basket. Ia kemudian menyesuaikan tangannya untuk mencoba mengatur apa yang disebut shoot/lemparan sempurna.
Pembuat robot merasa bangga untuk mengumumkan bahwa persentase lemparan bot mereka dapat mengalahkan salah satu pemain terbaik dunia: Stephen Curry dari Golden State Warriors. Curry dianggap sebagai salah satu penembak 3 poin terbaik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar